Variasi Saham Menurut Hak Kepemilikan dan Kapitalisasi Pasar

Sebelum memastikan investasi saham, hal penting pertama yang mesti Anda pahami yaitu mengenai variasi saham itu sendiri. Baca informasi seputar rekomendasi saham disini. Sehingga nantinya kau bisa mempertimbangkan investasi saham apa yang akan Anda pilih.

Jenis Saham Menurut Hak Kepemilikan

1. Saham Lazim (Common Stock)
Common stock ini yaitu ragam mayoritas saham yang ada di pasar bursa. Dikala kau memilih saham macam ini, nantinya kau akan memiliki hak untuk turut melakukan voting di RUPS dan diveden (sebuah pembagian keuntungan perusahaan) yang tak totaliter.

Jadi diveden ini baru bisa kau temukan ketika keputusan dari RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) bersedia untuk membagikan diveden tadi dengan besaran yang berubah-ubah.

2. Saham Preferen (Preffered Stock)
kamu dapat menyebutnya sebagai saham prioritas. Saham jenis ini terbilang cukup langka di Indonesia. Kalaulah ada, umumnya diadakan oleh perusahaan-perusahaan besar semacam Semen Indonesia, PT. Unilever Indonesia Tbk, PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan lain-lain.

Pada ketika kau membeli saham preferen, kamu memiliki hak atas fixed deviden. Kecuali itu, Fixed dividen ini dapat dikatakan cukup aman lantaran dibayar secara reguler serta pembayaran dividen-nya akan diutamakan sebelum pembayaran saham lazim.

Ragam Saham Menurut Dari Kapitalisasi Pasar

Kapitalisasi pasar yang ditujukan di sini merupakan sebagai total nilai saham emiten yang beredar pantas dengan harga yang berlalu. Berdasarkan dari skor pengaturan pasar hal yang demikian, saham terbagi menjadi tiga tipe:

1. Blue Chip (Saham Papan Atas)
Ciri-crinya yaitu emiten bernilai lebih dari Rp 40 triliyun, kredibilitasnya tinggi, fundamentalnya sangat baik, cakupan pasanya luas, serta dibutuhkan oleh banyak orang. Saham tipe ini sifatnya stabil sehingga sungguh-sungguh layak untuk dihasilkan sebagai investasi jangka panjang.

2. Second Layer (Saham Lapis Dua)
Memiliki emiten bernilai 1 sampai dengan 40 triliyun, lebih fluktuatif, dalam tahap berkembang namun kesetabilannya telah hampir mendekati yang Blue Chip.

3. Third Layer (Saham Lapis Tiga)
Saham dikatakan sebagai Third Layer sekiranya emitennya bernilai di bawah Rp 1 triliun.