Tutorial Analisa Prediksi di Dalam Pertandingan Sepak Bola

6399155083_8141c17538_b.jpg
Saat menonton perbandingan sepakbola di layar kristal kita kerap disajikan kesibukan tebak skor yang dilakukan para empu. Walau memukau, saya bukan percaya memotong skor ialah sesuatu yang seharusnya dijalani.

Kalau sekadar untuk fun and games bolehlah, namun demikian tentu bukan perlu dianggap serius sebab tidak ada rendah logika yang cukup untuk menebak skor akhir sebuah pertandingan.

Luar biasa dengan menebas siapa menjimbit yang dengan menang -- atau kalau pertandingan akan berakhir dengan seri. Menetak seperti itu rutin saja dijalani, walau saat akhirnya sepak bola itu buntar sehingga pemenang pun acap kali melenceng diprediksi. Kenapa? Karena siap tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui vokal ini beta akan kirimkan beberapa trik membuat bayangan yang langsung. Bukan berguna saya saja benar di memprediksi sebuah pertandingan. Pasti lah tidak, meski pun dengan lumayan berbangga (sediiiikit saja) abdi memiliki rekor kebenaran bayangan yang semua tinggi: pada umumnya 3 daripada 4 bayangan saya pantas kenyataan.

Dua bulan sebelum terjadi, hamba memprediksi bakal terjadi All German pucuk di Perkongsian Champions. Pada final, tergolong di depan beribu-ribu warga Surabaya yang membanjiri sebuah kegiatan nonton bareng, saya meneroka Bayern Munich akan menundukkan Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben sebagai penentu kelebihan. Sebelum ini saya pun meyakini bahwa Atletico Madrid akan merajin Copa Del Rey. Buncit, saya mencari Belanda hendak mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0.

Yang ingin beta tekankan disini adalah; antisipasi bisa resmi bisa cela, tapi yang penting sebuah prediksi telak harus memiliki dasar mantik atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, sebuah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, satu keberuntungan semata.

Dengan analisa yang sahih maka unsur keberuntungan makin kecil. Siapa pemenangnya tetap saja tidak siap diprediksi secara 100%, makin prediksi menyerempet skor selesai. Akan tetapi, presentase kemungkinan kesaksamaan prediksi merabung tajam.

Aku ajak Anda untuk menelaah beberapa prediksi terakhir abdi guna menjabarkan beberapa rukun penting yang saya yakin akan bernilai bagi Engkau saat mengira memprediksi festival.

Di antara dugaan yang hamba sebut di atas, kejituan soal Atletico saya akui beruntung [karena sepakan Real Madrid berkali-kali hal mistar tiang Atletico]. Walau demikian tersedia logika pada belakang perkiraan tersebut: Atletico juara walau Real Madrid jauh kian berkualitas. Syarat masa menyatakan ketidakrukunan tokoh Madrid dengan pelatihnya, Jose Mourinho, serta bahkan ketidakrukunan di antara pemain sendiri.

Mulai media asing saya mendapat kabar kalau Ronaldo dan Mourinho juga tidak damai (berita menyerempet hal itu baru menongol di Indonesia beberapa tenggat lalu). Guna pelatih saya paham sahih arti keragaman tim di dalam dan pada luar tanah lapang dan dampaknya bagi performa tim. Sesuatu ini ditambah faktor Falcao yang pada itu on fire, yang membuat saya berani memilih Atletico sebagai pemimpin.

Tips bayangan 1: Pertimbangkan suasana pada tim, bahkan saat 1 buah turnamen berjalan di mana pemain pantas terus simpatik tanpa sanggup menghindari rekan-rekannya.

Tip antisipasi 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung atau saat pertandingan cup, kemonceran striker demi menentukan. Ketika pertandingan permufakatan kualitas jangka panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta semua elemen kru lainnya. Saat laga cup/turnamen kemonceran striker lebih menjadikan, walau keuletan keseluruhan menyunggi juga harus dipertimbangkan.

Tatkala memprediksi kontrol Belanda 3-0 atas Nusantara saya melawan hati nurani. Dengan subjektif saya membela Indonesia tentunya. Akan tetapi, saat mengenakan kacamata bertato objektivitas, aku semua tentu setuju kalau Belanda rumpang di bagi Indonesia. Kemudian mengapa gak memprediksi skor akhir yang lebih mencocok? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat tetapi Indonesia hendak bermain padat gairah, oleh karena itu akan dapat mereduksi perlawanan kualitas. Oleh sebab itu, skor tipis atau buntal bisa selalu diprediksi beserta sound logic -- akan tetapi kebenaran skor akhir yang spesifik, yakni 3-0, ialah keberuntungan semata.

Tips antisipasi 3: Hindari membela satu tim saat membuat antisipasi. Kita boleh selalu berhajat tim tajuk mahkota kita unggul, tapi saat membuat antisipasi tentu logika harus diutamakan di kepada fanatisme menawan hati.

Saya tersenyum saat menduga di satu buah media sekiranya tentang persamaan-persamaan final Perkongsian Champions tahun ini secara tahun 1997 saat Dortmund menjadi wijaya terakhir bengawan. Banyak pembaca saya yakin terpancing untuk memprediksi kontrol Dortmund bertolak pada fakta-fakta ini. Mereka terbalik bahwa fakta-fakta tersebut memukau dan memang benar memilikinya, namun gak memiliki kolerasi apapun beserta pertandingan kesimpulan Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah bukti dengan fenomena yang lain merupakan salah satu tiruan dari sekian banyak siasat fallacy of logic.

Trik prediksi 4: Jangan terperosok para wartawan yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang karakternya sebatas entertainment (menarik), namun dijual seakan akan gesit menjadi ruang membuat satu buah prediksi festival.

Dalam tulisan yang sama statistik pertandingan jurang Dortmund vs Bayern juga dimunculkan muncul bertahun-tahun kincit. Karena ilmu sejarah statistik Dortmund memang semarak saat menjaga Bayern, penuh yang kemudian menilai BVB akan mampu mengalahkan Bayern di final Eropa. Sesuatu ini mengecoh. Mengapa? Sebab statistik masa "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan masa kini. Statistik awal musim pun tidak bisa dengan rambang menjadi tolok ukur. Perkembangan ke-2 tim sejak pertemuan terakhir perlu dipertimbangkan.

Tips bayangan 5: Gunakan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Engkau pada statistik pertandingan sempang kedua tim yang paling dekat dengan saat ini. Kecuali itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan prestasi permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) kedua tim berdasar pada keseluruhan (melawan siapa saja), untuk kurun waktu akhir-akhir ini aja.

Karena dugaan saya sering saya munculkan di twitter (@coachtimo), banyak pihak mohon saya meneroka berbagai perbandingan lainnya. Lazimnya saya abaikan atau abdi tolak beserta alasan kurang paham hal kekuatan ke-2 tim. Dalil saya ini senafas beserta tips dugaan berikut.

Trik prediksi 6: Jangan bertahu-tahu. Hindari mencoba-coba membuat antisipasi tanpa dilatar belakangi keterangan dan pesiaran yang bagus mengenai kru atau permufakatan tersebut. Lamun bukan pakarnya English Premiere League, contohnya, hindari menciptakan prediksi mengenai MU vs Chelsea. Kalian mustahil jadi pakar tentang semua perhubungan yang ada. Akui sekadar.

Tips perkiraan 7: Aku juga bukan seharusnya menenung setiap pertentangan. Ada waktunya pertandingan amat sulit diprediksi. Analisa Anda deadlock. Prosentase kemenangan bagi kedua menjulang menurut Engkau 50-50. Bahwa sudah begitu tahan pribadi, hindari mengempa diri menciptakan prediksi. Secara demikian prosentase kejituan perkiraan anda akan meningkat.

Tetap banyak pertimbangan lainnya yang bisa dan patut dimanfaatkan dalam menciptakan sebuah bayangan yang berkelas. Karena keterbatasan tempat abdi berhenti sampai di sini dulu.

Ingat: 1 buah prediksi yang berkelas bukan melulu ditentukan oleh kebenaran prediksi tersebut. Judi Sebuah bayangan yang terhormat, baik benar maupun salah, seharusnya dinilai dari reason atau pembawaan analisa yang ada di belakangnya.