Rusia Ancam Bakal Blokir Google Bila Tak Melarang Situs Tertentu
Pemerintah Rusia mengancam akan menutup jalan masuk Google di negaranya, kecuali perusahaan dunia online itu mengeblok sejumlah web web tertentu. Moskwa telah menekan sejumlah perusahaan dunia maya untuk menghapus atau mengeblok sejumlah konten yang dianggap "berbahaya".
Langkah tersebut menyusul pengesahan UU di Rusia pada September lalu yang mewajibkan web pencari untuk mematuhi daftar web website yang dilarang serta menghilangkan konten terlarang dari hasil pencarian. Simak info mengenai cara membuka situs yang diblokir.
Diberitakan New York Post, daftar dalam undang-undang baru Rusia hal yang demikian memang memuat nama-nama website web yang mempromosikan ujaran kebencian dan tindakan menyakiti diri sendiri.
Namun selain itu, tidak sedikit pula situs situs yang dimasukkan dalam daftar hitam sebab alasan politik yang eksplisit. Di antaranya ialah sejumlah situs info yang berbasis di Ukraina.
Seperti dikenal, relasi antara Moskwa dengan Kiev tengah kembali memanas setelah insiden penembakan dan penyitaan kapal angkatan laut Ukraina oleh militer Rusia.
Dikutip kantor berita Rusia, Wakil Kepala Badan Pengawasan Komunikasi Vitaly Subbotin memperkenalkan, pihak berwajib mungkin menunjang amandemen yang memperbolehkan mereka memblokir web search engine seperti Google, apabila tak mematuhi undang-undang yang berlaku di Rusia.
Kabar itu muncul sebab Google yang dikabarkan bakal merilis mesin pencari pencari di China, yang mendapatkan respons dari anggota parlemen AS, staf, dan kategori pegiat, yang memperkenalkan hal yang sama, bahwa search engine itu bakal menyensor hasil pencarian.
Berbicara di depan Komite Kehakiman Dewan Perwakilan, di tengah bias anti-konservatif dan pelanggaran privasi, CEO Google Sundar Pichai memberi tahu kalau perusahaan itu tak memiliki agenda merilis mesin pencari di China.
"Dikala ini, kami tidak mempunyai agenda untuk meluncurkan search engine di China," tutur Pichai.
"Mendapat jalan masuk untuk informasi ialah hak asasi tiap manusia yang penting," imbuhnya.
Replies