Penginapan Airbnb di Negara Jepang Kini Berkurang 80 Persen
Jepang menerapkan hukum ketat soal akomodasi online. Penginapan Airbnb malah berkurang 80 persen. Traveler yang menyenangi pakai Airbnb wajib cek betul nasib bookingan mereka. Baca juga informasi perihal info penginapan.
Aturan terkait Airbnb yang sudah legal di Jepang tidak selalu menguntungkan pemilik rumah. Airbnb malahan hasilnya mengurangi jumlah huniannya di Negeri Sakura.
Aplikasi penyedia sewa penginapan, Airbnb, memang telah beroperasi secara resmi di Jepang. Hal ini tentunya menjadi isu berbahagia bagi warga setempat yang menyewakan huniannya untuk traveler. Tetapi ternyata Airbnb wajib mengurangi 80% penyewaan hunian di Jepang.
Dikabarkan detikTravel dari Reuters, Rabu (6/6/2018), dalam Minpaku alias dasar regulasi nasional Jepang untuk penyewaan rumah bentang pendek, menyebutkan bahwa pemilik properti bisa menyewakan apartemen atau rumahnya selama 180 hari dalam setahun. Ini akan berlaku mulai tanggal 15 Juni 2018.
Batas waktu penyewaan yang cuma selama 180 hari bisa dibilang sangat pendek, apalagi bagi pemilik apartemen yang sengaja menyewakan propertinya untuk Airbnb. Hal ini membuat sang pemilik susah untuk menciptakan profit.
Kecuali itu penginapan yang disediakan dalam Airbnb sepatutnya berizin resmi layaknya hotel, atau sertifikasi khusus untuk sebagian tempat seperti kawasan Ota di Tokyo. Melainkan sejauh ini banyak penyedia sewa hunian yang belum meregistrasikan penginapannya secara resmi.
Padahal per tanggal 15 Juni nanti seluruh seharusnya telah terdaftar. Bagi yang tak berizin, penginapan akan dianggap ilegal. Menjelang dilegalkannya Minpaku, Airbnb bahkan mengambil perbuatan antisipasi.
Seperti diinformasikan Nikkei Asian Review, Airbnb mengurangi 80% jumlah penyewaan hunian di Jepang yang belum berizin. Hingga musim semi tahun ini, ada lebih dari 62.000 properti yang tersedia di situs dan aplikasi Airbnb. Angka ini kemudian menurun sampai sekitar 13.800.
Pihak Airbnb telah menginformasikan pemilik properti di Jepang, penginapan mereka takkan timbul di situs dan aplikasi, kecuali penginapan sudah terdaftar secara resmi. Jadi sesudah terdaftar cocok aturan yang dilegalkan otoritas setempat, barulah penginapannya bisa disewa traveler melalui Airbnb.
Jumlah hunian yang disewakan via Airbnb sesungguhnya sudah mulai menurun semenjak beberapa waktu lalu karena adanya peraturan yang dianggap kurang praktis. Berdasarkan data Japan Tourism Agency hingga bulan Mei 2018 kemarin, cuma 724 pemilik hunian yang mendaftar, padahal pelaksanaan registrasi telah dibuka sejak Maret.
Replies