Otoritas Negeri Filipina Memberikan Sinyal Gojek Bakal Masuk Saingi Grab

Dalam waktu dekat, Gojek bakal melebarkan bisnisnya ke negara tetangga di wilayah ASEAN. Filipina adalah satu di antaranya. Terpenting lagi pimpinan Dewan Majelis Rendah Fiipina Luis Campos secara terbuka mengundang Gojek masuk ke negerinya.

Ajakan itu bermula dari hengkangnya Uber yang di Asia Tenggara diambil alih oleh Grab. Keadaan ini mengundang kekhawatiran Grab akan menjadi satu-satunya pemain yang pada akhirnya berujung pada monopoli bisnis ride-sharing. Apalagi sejumlah pemain ride-sharing lokal di Filipina diukur belum sanggup menyaingi Grab.

Harapan Filipina itu sepertinya tidak bertepuk sebelah tangan. Gojek informasinya merespon balik permintaan tersebut. Indikasi itu terkuak dari pengakuan member regulator transportasi di Manila, Aileen Lizada. Dia sesumbar berencana akan bertemu dengan perwakilan Gojek dalam waktu dekat. Simak juga info seputar call center gojek disini.

Padahal semacam itu, seperti dikutip dari Reuters, Gojek masih belum bersedia berbagi informasi berkaitan agenda ekspansi ke Filipina. Pastinya, Gojek semestinya menyiapkan dana yang besar jika berniat keluar sangkar untuk menyaingi hegemoni rivalnya di wilayah ASEAN.

Di ketika yang sama, Gojek hakekatnya punya beking investor asing yang mentereng.

Layanan ride-sharing yang dipelopori Nadiem Makarim ini tercatat disupport Google Alphabet, Meituan-Dianping, Temasek, sampai JD.com. Malah pada seri pendanaan terbarunya, Go-Jek menghimpun sekitar 1,2 miliar dollar AS atau Rp 16 triliun secara kolektif, dari pemodal existing maupun yang anyar.