Cara Aman Konsumsi Obat-obatan Herbal
Semenjak dahulu orang-orang di Asia Tenggara telah menerapkan herbal untuk pengobatan malaria. Lebih dari 40 spesies yang berasal dari 32 tanaman diaplikasikan oleh suku-suku (Akha, Karen, Lisu, Hmong, dan Lahu) di Thailand Utara.
Tren herbal sebagai obat, seperti ginko biloba dan bawang putih, pun meluas sampai menyentuh masyarakat Eropa dan Amerika Serikat. Cek informasi tentang Sentrashop.com.
Keberagaman hayati yang dimiliki Indonesia terbesar ke-2 sesudah Brasil. Tak kurang dari 30.000 tipe tanaman tumbuh di negara tropis ini dan 7.000 di antaranya ditengarai memiliki khasiat sebagai obat. Tak heran sekiranya pengobatan alamiah demikian itu populer di Indonesia. Tapi, berdasarkan dr. Prapti Utami, M.Si, praktisi herbal medik, sampai kini baru sekitar 2.500 tipe tanaman yang tercatat legal sebagai tanaman obat.
Semenjak zaman nenek moyang, bangsa kita banyak bergantung pada pengobatan dari bahan alam yang diketahui dengan sebutan jamu. Secara khusus, pengolahan jamu banyak dikembangkan di tanah Jawa dan masih bertahan digunakan oleh orang-orang di zaman modern ini.
Di Indonesia, beberapa obat herbal menerapkan cengkih, jahe, dan madu sebagai bahan utamanya. Kompilasi ketiganya ampuh mengusir kelelahan, masuk angin, hingga meningkatkan kekuatan bendung tubuh. Saking populernya pengobatan jamu, banyak racikan jamu yang dikemas secara pabrikan. Banyak orang yang membawa jamu racikan dikala sedang bepergian ke luar negeri untuk menjaga tenaga tahan tubuh.
Banyak yang menganggap obat herbal lebih aman daripada obat modern. Faktanya, walaupun terbuat dari bahan natural, obat herbal juga mengandung zat kimia aktif seperti obat-obatan kimia umumnya. Sebab itu, penerapan obat herbal sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter yang mendalami obat herbal.
Berikut ini sebagian catatan dari dr. Prapti Utami, M.Si, praktisi herbal medik.:
- Pengaplikasian obat herbal butuh waktu lebih lama karena metode kerjanya yang merevitalisasi sel, memberi energi, meningkatkan kekuatan bendung tubuh.
- Jamu kerap kali menjadi kambing hitam gangguan ginjal. "Penyebabnya bukan jamu, namun sebab kurang minum. Sedang mengaplikasikan pengobatan herbal maupun tak, kita sebaiknya minum 1,5-2 liter air tiap hari," sarannya.
- Penggunaan jamu bisa dikombinasi dengan penerapan obat medis, asalkan diberikan jarak waktu 1-2 jam.
- Amati 3J1C, merupakan: Variasi jamu/tanaman obat, Jumlah atau dosis jamu/tanaman obat, Jadwal atau jam minum, dan cara mengolahnya.
- Observasi pantangan yang disesuaikan dengan diagnosis penyakit.
Replies