Berikut Ini Cara Membuat Jadwal Sholat Digital

Sejumlah bulan kemudian saat aku berkunjung di salah satu gedung temen di deket gedung, ada satu jam yang menarik penghargaan saya. Beker tersebut banyak terdapat poin angka atas display seven segment & setiap bagian nya mempunyai waktu yang berbeda. Terdapat beberapa waktu yang kita kenal itu adalah saat sholat ialah Subuh, Zuhur, Asar, Magrib dan Isya.


Karena kami memeluk agama Hindu saya tempo itu kurang mengerti mengenai perubahan 5 waktu itu yang kata temen aku setiap minggu bisa berubah, dan kita tertarik dalam mengetahui apa-apa hal yang berkaitan secara perubahan tersebut. Akhirnya kita ngobrol temanya tentang weker yang segar aja saya liat ini. Sambil ngobrol temen aku nunjukin satu buah sutra jadwal sholat full dalam satu tahun. wah, ternyata bener jam dan menitnya berbeda. Kenapa ya sanggup gitu? http://geraiyusuf.com/ nah si temen ni jelasin bahwa ini tergantung daripada posisi matahari, bulan, prestise kita berpunya dan respek tempat kita berada.


Ngga bermaksud bagi lebih tau, berdasarkan kaul temen saya, saya mencari di google tentang prosedur penghitungan menentukan waktu sholat tersebut. Ternyata benar, dalam menentukan tempo sholat ini ada beberapa parameter penyebab seperti tahun/bulan/hari, lintang bujur dan zona waktu kita berada sampai sudut fajar dan isya.


Dalam web tadi hal itu, perhitungan tepas, cos, sin, tangen, wah semua udah di perubahan lengkap di dalam aritmatika algoritma pemrograman tata susila C. Trus saya buktikan untuk tulis di mikrokontroller agar hasil perhitungan itu bisa ditampilkan dalam kerangka display. Nah waktu pertama kali saya menguji untuk menampakkan pada seven segment. Kami perlu banyak sekali IC sift register untuk men-drive seven segment tersebut karena terdapat 5 waktu dikali pada 4 poin seven segment ditambah pun jam makbul nya dan tanggal. Wuihhh ruwet dah waktu tu.


Percobaan pertama saya tes dengan hadir waktu, sukses. Lanjut diterapkan algoritma yang ada pada web ini tuh, & jreng!!! tampak waktu sholatnya. Saat itu saya cocokkan dengan jadwal print out yang terdapat ternyata tersedia salah satu tempo yang meleset hingga 1 jam. Sesudah tanya ke beberapa temen saya yang muslim ternyata ada sejumlah ketetapan dalam perhitungan saat sholat. Nah langsung deh saya ikutin yang sesuai di nusantara. Sekarang waktunya beda kecuali 1-2 menit aja. Saya berkesimpulan kiranya koordinat print out yang sudah terdapat itu berbeda dengan koordinat rumah aku yang memproduksi waktu nya beda.


Panjang lidah iseng sering produk weker sholat yang sudah menjadi ternyata cenderung produknya dalam waktu sholat disimpan dalam EEPROM external dan dipanggil satu persatu pada luruh yang sudah ditentukan. Jadi waktu yang tampil sanggup sama secara lembaran printout jadwal yang ada. Wah saya pikir, ilmu saya belum cukup kesitu tuh. Sampai dalam level berikut sudah mendapat laba. dan hingga saat ini jam sholat ni tetap nyala dalam ruangan studio saya.