Apa Bedanya USG 3D serta 4D? Mana yang Lebih Bagus?

Kala hamil, tetap Anda penasaran oleh jenis kelamin bayi Anda, rupa bocah Anda, berat bocah, panjang bocah, dan sebagainya. Untuk itu, saat-saat yang setidaknya ditunggu-tunggu saat selidik kehamilan adalah era ultrasonography (USG). Dari USG ini, Anda dapat mengetahui sepertiapa kondisi bayi termasuk melihat apa yang tengah dilakukan anak dalam kandungan. http://jualusg.com/ pun pernah berkembang, enggak hanya dapat melihat bocah dalam dua dimensi, tapi sudah sanggup dilakukan oleh USG 3D (tiga dimensi) atau juga USG 4D (empat dimensi).

1trymestr2d.jpg

Apa bedanya USG 3D serta 4D?

USG 3D dan 4D jelas memiliki meluap kelebihan daripada dengan USG 2D. Dengan teknologi yang makin canggih, keduanya dapat menunjang pemeriksaan bayi dalam muatan yang lebih mendalam. Bersama melakukan USG 3D alias 4D, Anda sanggup melihat wujud mata, hidung, telinga, dan mulut bayi Anda lebih jelas, bukan cukup seperti gambar hitam putih dalam USG 2D.

Namun, perolehan gambar USG 3D & 4D memiliki antagonisme. USG 3D menyajikan pigura yang tidak bergerak (diam). Sementara, USG 4D bisa menyajikan ilustrasi bergerak, seperti Anda selagi menonton film bocah Anda dalam muatan. Anda dapat melihat apa saja yang dilakoni bayi dalam isi saat melakukan USG 4D, seperti anakkecil menguap, mengisap jempol, bergerak, beserta segala pertukaran lainnya.

Secara medis, USG 4D maupun 3D sama-sama dapat mengidentifikasi jika tampak kelainan pada bayi Anda. Kedua jenis USG ini dapat menunjukkan sudut yang berlainan dalam melihat anak, sehingga kelainan pada bocah bisa terlihat lebih jelas, jika ketimbang dengan memakai USG 2D. Beberapa situasi atau buruk pada bayi yang mampu terlihat via USG 3D maupun 4D yaitu spina bifida, bibir cempeng, kaki bengkok, serta kelainan pada tengkorak bayi.

Apakah USG 3D beserta 4D aman digeluti?

Keduanya aman dijalani seperti Kalian melakukan USG 2D. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) pun telah menerangkan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menampakkan bahwa USG gawat bagi fetus yang sedang tumbuh. Namun, terlalu sering menjalankan USG tidak direkomendasikan, kecuali buat alasan medis.

Lagipula, melangsungkan USG 3D dan 4D pun membutuhkan alat khusus dengan biaya lebih mahal dibandingkan atas USG 2D. Sehingga, jika dilakukan dalam frekuensi kerapkali mungkin bisa memberatkan Kalian. Para ahli pun menyarankan biar USG 3D maupun 4D dilakoni saat terlihat kebutuhan medis (buat memeriksa kelainan pada bayi). Beserta ingat, hanya lakukan USG 3D, 4D, maupun 2D dengan para ahli yang sudah tersertifikasi.

Waktu terbaik buat melakukan USG 4D ataupun 3D adalah kali usia kehamilan antara 26-30 minggu. Sebelum baya kehamilan 26 minggu, bayi dalam kandungan masih sedikit memiliki lemak di bawah kulitnya, sehingga tulang di wajahnya mungkin akan terlihat (wajah bayi belum seluruhnya dikembangkan). Sedangkan setelah usia kehamilan 30 minggu, kepala bayi bolehjadi akan berlokasi di bawah panggul Kalian, sehingga Anda bolehjadi akan kesukaran dalam melihat wajah bayi & ini bisa selaku percuma.